Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Karawang


Karawang Lensaberita.my.id.-Dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karawang, sejumlah hal penting dibahas terkait langkah-langkah persiapan menghadapi potensi bencana pada periode 2025–2026.Lokasi: Gedung Plaza, Lantai 3 pada hari Rabu, 12 November 2025,

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh Penyampaian beberapa poin penting terkait upaya penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana, terutama dalam pengelolaan infrastruktur dan partisipasi masyarakat.

Penguatan Aspirasi dan Perencanaan Daerah Bupati menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKS). Ia menambahkan bahwa realisasi rencana kerja tersebut sangat penting untuk mempertahankan capaian yang telah ada, terutama dalam pengelolaan saluran sekunder dan tersier yang sering terabaikan.

Keberlanjutan Program dan Optimalisasi BWPRI Beliau menyoroti bahwa beberapa program pemerintah kerap tidak berlanjut setelah implementasi awal. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keterbatasan anggaran dan optimalisasi peralatan di lingkungan Badan Wilayah Pengelolaan Ruang Irigasi (BWPRI). Sejak 2020, BWPRI masih berjuang untuk mendapatkan perhatian yang memadai. Bupati berharap sinergi antarinstansi dapat ditingkatkan guna mencapai tujuan bersama.

Kesiapan Dinas Sosial dan Pengelolaan Anggaran Bupati juga mengingatkan agar Dinas Sosial mempersiapkan diri dengan matang. Pengelolaan anggaran dan kesiapan logistik harus dilakukan secara cermat, diibaratkan seperti menjaga rumah sendiri agar tidak terbengkalai. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi dan memastikan langkah-langkah pencegahan berjalan sesuai rencana.

Peningkatan Kesiapsiagaan di Wilayah Utara Bupati meminta dukungan dari seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memastikan kesiapan peralatan di lapangan, khususnya di wilayah utara Kabupaten Karawang. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh kebutuhan perawatan tersedia di lokasi tanpa menunggu distribusi dari luar daerah.


Mitigasi dan Antisipasi Risiko Bencana Mitigasi bencana, menurut Bupati, harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh elemen. Selain ancaman banjir dan cuaca ekstrem, potensi kebakaran juga harus diantisipasi. Pemerintah daerah telah melakukan evaluasi dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan risiko tersebut.

Apresiasi dan Penguatan Koordinasi Lapangan Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satuan Masyarakat Damping (Samad) atas kinerja dan dedikasi mereka. Ia berpesan agar tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, dan Bhabinkamtibmas. Terdapat sekitar 20 desa yang perlu dikelola dengan baik, sehingga kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

Kolaborasi dan Dukungan Antarwilayah Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para kepala daerah di wilayah sekitar, termasuk di Pulau Bajang, atas sinergi dan dukungan yang telah terjalin. Bupati berharap visi bersama dalam menjaga daerah tetap terwujud, termasuk dukungan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan daerah.


Pengelolaan Kawasan Industri dan Lingkungan Sekitar Bupati juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kawasan industri seperti Kawasan Industri C (KIC) dan Kawasan Industri KGIE. Pemanfaatan sumber air dari kawasan industri perlu diawasi agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Saat ini, program kerja sama dengan Komando Distrik Militer (KODIM) tengah dijalankan, salah satunya terkait pengelolaan sumber daya air dan lingkungan.

Penanganan Sampah dan Infrastruktur di Wilayah Dawal Tengah Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung permasalahan penumpukan sampah di Desa Dawal Tengah yang telah berlangsung selama sepekan. Ia meminta agar seluruh pihak membantu mempercepat penanganan, termasuk perbaikan saluran air (sipon) di wilayah tersebut. Pemerintah daerah akan terus memonitor dan menindaklanjuti program kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Bupati Karawang menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya kehadiran dan keterlibatan semua pihak dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana. Kehadiran fisik dalam koordinasi lapangan dinilai krusial agar informasi dan tindak lanjut dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.(Ynh)