Karawang Lensaberita.my.id-upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menangani masalah stunting, menyusul adanya sedikit kenaikan angka stunting dari 17,1% (2023) menjadi 17,6% (2024) pada hari Selasa 4/11/2025,
menurut penuturan Imam Bahanan,PLT Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Dinas (DPPKB) Kabupaten Karawang Sasaran Bantuan ini ditujukan kepada sekitar 1.249 keluarga yang memiliki anak stunting.
dengan durasi Program bantuan telur dilaksanakan selama tiga bulan (Oktober, November, Desember). Pada saat ini (4/11/2025), program tersebut telah memasuki bulan kedua pelaksanaan nya.
Acara peluncuran program ini diwakili oleh Wakil Bupati untuk enam anak stunting dari Rengasdengklok.Selain pemberian bantuan telur, program penanganan stunting di Karawang juga melibatkan pendekatan komprehensif,
Edukasi dan pendampingan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) turut serta memberikan edukasi serta pendampingan intensif kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.
target utama Program ini memiliki target utama untuk mencapai "zero new stunting" atau tidak adanya kasus stunting baru di Karawang.
kesadaran masyarakat dan Diharapkan masyarakat dan keluarga menjadi lebih peduli terhadap bahaya stunting, karena penanggulangan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Stunting dijelaskan sebagai fenomena yang berbahaya karena dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, seperti kehilangan daya ingat dan gizi kurang.
Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dan komunitas di Karawang dalam menangani masalah stunting.(Ynh)
