FKUB Karawang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Toleransi

Karawang Lensaberita.my.id-Malam Tahun Baru kerap identik dengan gemerlap perayaan dan kegembiraan. Namun, di penghujung 2025,tinggal menunggu beberapa detik pergantian tahun 2026,

suasana itu tidak sepenuhnya dirasakan semua orang. Ketua Forum Kerukunan Umat. Beragama (FKUB) Karawang, KH Masykur H. Mansyur, mengingatkan bahwa banyak saudara di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah lain harus menyambut pergantian tahun dalam suasana duka akibat banjir bandang dan bencana alam.

“Situasi ini seharusnya menjadi pengingat bahwa tahun baru bukan hanya soal perayaan, tetapi juga momentum empati dan kepedulian,” ujar Mansyur.

Ia menegaskan, datangnya 2026 semestinya dijadikan titik tolak untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri. Setiap akhir tahun adalah awal baru untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menatap masa depan dengan harapan serta ikhtiar yang lebih baik.

Menurutnya, dalam ajaran Islam, muhasabah atau evaluasi diri merupakan kunci perubahan. Dengan merenungi amal, memohon ampunan, dan meneguhkan tekad untuk berubah, perbaikan sejati harus dimulai dari diri sendiri. Al-Qur’an pun mengajarkan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka berupaya mengubah keadaan dirinya.

Di sisi lain, Mansyur juga mengingatkan agar euforia pergantian tahun disikapi secara bijak. Islam tidak melarang kebahagiaan, namun mengajarkan kesederhanaan agar tidak terjebak pada pemborosan dan perilaku yang sia-sia. Hal senada juga disampaikan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, yang mendorong agar akhir tahun diisi dengan refleksi spiritual dan penguatan nilai kebangsaan, bukan sekadar pesta tanpa makna.

“Malam tahun baru bisa diisi dengan kebersamaan keluarga, doa, dan kegiatan yang membawa manfaat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya merawat kerukunan dalam masyarakat yang majemuk. Perbedaan suku, budaya, dan agama merupakan anugerah yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati, toleransi, dan dialog yang sehat. Melalui semangat moderasi beragama, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.

Dengan muhasabah, menahan euforia, dan merawat kerukunan, FKUB Karawang berharap tahun 2026 dapat menjadi langkah bersama menuju kehidupan yang lebih damai, bermakna, dan berkeadaban.(Ynh)