Banjir Rendam Dua Desa di Tirtajaya Karawang, Wakil Bupati dan DPRD Tinjau Lokasi

Karawang Lensaberita.my.id-Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam dua desa di Kecamatan Tirtajaya, yakni Desa Kutamakmur dan Desa Srikamulyan, Rabu (14/1/2025).

Anggota DPRD Karawang dari Fraksi Partai Gerindra, Taman SE, mengatakan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya Anak Sungai Citarum dan Kali Tembang, ditambah kiriman air dari wilayah hulu.

“Hari ini saya bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani, BPBD, Dinas Sosial, serta Muspika Kecamatan Tirtajaya—Camat, Polsek, Koramil, dan para kepala desa—meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir di Desa Kutamakmur dan Desa Srikamulyan,” ujar Taman.

Ia menjelaskan, banjir menggenangi ratusan rumah warga serta lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. 

Berdasarkan data sementara, di Desa Kutamakmur terdapat 649 jiwa atau 262 kepala keluarga dengan 246 rumah terdampak, dengan ketinggian air yang bervariasi.

Sementara itu, di Desa Srikamulyan tercatat 1.545 jiwa atau 450 kepala keluarga terdampak, dengan 320 rumah terendam air setinggi sekitar 50 sentimeter. Selain itu, sekitar 300 hektare sawah siap panen juga ikut terendam banjir.

“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Semoga intensitas hujan segera menurun dan banjir cepat surut, sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Taman.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah daerah dan DPRD di lokasi bertujuan untuk memastikan kondisi warga, menampung aspirasi, serta mendorong percepatan penanganan darurat dan penyaluran bantuan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Karawang, Bapak H. Maslani, yang telah turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ucapnya.

Taman berharap kejadian banjir ini tidak terus berulang setiap tahun. Ia memastikan pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, agar segera dilakukan koordinasi dengan BBWS, PJT, dan dinas terkait.

“Kami mendorong adanya penanganan jangka pendek serta solusi jangka panjang, seperti perbaikan drainase, pembangunan TPT, dan normalisasi saluran air, agar banjir serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang,” tutupnya.(Ynh)