Karawang Lensaberita.my.id-Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menggelar rapat koordinasi penanganan bencana banjir yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Rabu (21/01/2026).
Dalam arahannya, Bupati Aep menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut dinilai sangat efektif karena melibatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, melainkan seluruh OPD harus berperan aktif.
“Rapat koordinasi ini sangat baik dan efektif. Seluruh kepala OPD menjadikan BPBD sebagai alat bersama dalam penanganan bencana saat ini, bukan hanya tugas Kepala BPBD saja,” ujar Bupati Aep.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal tahun, kegiatan pemerintahan memang belum berjalan optimal. Namun, pihaknya bersyukur adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi serta partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menggalang donasi untuk membantu masyarakat terdampak banjir.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh ASN yang telah berdonasi. Alhamdulillah bantuan tersebut dapat disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak,” ucapnya.
Terkait anggaran, Bupati Aep menjelaskan bahwa pada tahun ini anggaran dinas-dinas terkait penanganan bencana dan infrastruktur telah dinaikkan dan menjadi prioritas. Ia menyebutkan alokasi anggaran sekitar Rp27 miliar yang tidak hanya difokuskan pada satu daerah pemilihan (Dapil), tetapi akan dibagi ke wilayah lain secara bertahap.
“Bukan hanya Dapil 2 saja. Semua wilayah akan mendapatkan perhatian. Namun prioritas saya saat ini adalah menyelesaikan yang paling mendesak terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Aep juga mengapresiasi keterlibatan Tim PKK yang turun langsung ke lapangan. Ia mengimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang agar turut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak banjir dengan turun langsung bersama BPBD maupun Dinas Sosial.
Terkait kondisi banjir terkini, Bupati Aep menyebutkan bahwa genangan air di sebagian besar wilayah sudah mulai surut. Namun, masih terdapat dua desa dengan kondisi cukup parah, yakni Desa Karangligar dengan ketinggian air mencapai sekitar 2,10 meter, serta Desa Sukamakmur yang masih tergenang sekitar 1,70 meter.
“Wilayah lainnya relatif sudah mulai surut, rata-rata hanya 30 hingga 40 sentimeter, termasuk di wilayah utara. Namun daerah pesisir memang masih terdampak karena pengaruh pasang air laut,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta bantuan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat.(Ynh
