Hujan Deras Picu Banjir, 25 Rumah Warga Rusak parah Dari Dinas PRKP Segera Di Bangun

Karawang Lensaberita.my.id-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Guyur dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan banjir di sejumlah pemukiman warga. Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa di antaranya hampir roboh.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) bergerak cepat melakukan penanganan secara langsung di lapangan.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PRKP, AUP, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait rumah yang terdampak banjir. Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 22 unit rumah mengalami kerusakan dan masuk kategori darurat.

“Alhamdulillah, memang banyak masukan dan laporan yang kami terima. Ada sekitar 22 unit rumah yang kondisinya rusak dan harus segera ditangani. Karena ini bersifat emergensi, maka harus segera dibangun,” ujar AUP saat ditemui di sela-sela rapat di Kantor Bupati, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, Dinas PRKP telah melakukan survei lapangan sejak pekan lalu dan kini mulai melaksanakan pembangunan rumah warga yang terdampak. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama kehilangan tempat tinggal.

“Kami sudah mulai aksi di lapangan untuk pelaksanaan pembangunan. Kalau dibiarkan, kasihan masyarakat, mereka mau tinggal di mana,” katanya.

Menurut AUP, wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Tirtajaya, dengan laporan lima rumah roboh akibat banjir. Pihaknya memastikan bahwa pembangunan akan diprioritaskan pada zona-zona rawan.

Dinas PRKP menargetkan rumah-rumah tersebut dapat kembali ditempati oleh warga sebelum bulan Ramadhan.

“Target kami, mudah-mudahan sebelum puasa atau sebelum Lebaran, masyarakat sudah bisa menempati kembali rumahnya,” ujar AUP.

Sementara itu, untuk program perbaikan rumah secara keseluruhan pada tahun 2026, Dinas PRKP menganggarkan sekitar 2.400 unit rumah dari target tahunan sebanyak 2.500 unit. Program tersebut direncanakan akan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk kasus emergensi saat ini, 25 unit rumah yang sudah dilaporkan akan segera kami selesaikan,” tutupnya.(Ynh)