Luapan air tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu. Banjir tidak hanya dipicu tingginya intensitas hujan, tetapi juga akibat banjir kiriman dari sejumlah aliran sungai yang bermuara di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, meninjau langsung lokasi banjir dengan didampingi anggota DPRD Karawang dari Fraksi Gerindra, Taman SE. serta dinas terkait. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.
Kepala Desa Kutamakmur, Juhariah, mengatakan wilayahnya memang menjadi titik lintasan aliran air dari beberapa sungai, di antaranya Kali Citarum dan Kali Tembang, sehingga sangat rentan terdampak saat debit air meningkat.
“Di Desa Kutamakmur ini banjir hampir terjadi setiap tahun pada musim hujan. Bukan hanya karena hujan yang terus-menerus, tetapi juga karena banjir kiriman. Air dari Kali Citarum dan Kali Tembang bertemu di sini, sehingga ketika debit naik, desa kami langsung terdampak,” ujar Juhariah.Ia menyebutkan, sebanyak 649 jiwa atau 262 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Sedikitnya 246 rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi.
Juhariah juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Karawang yang telah turun langsung ke lokasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Bupati, Haji Maslani, yang sudah datang ke desa kami. Kehadiran beliau sangat berarti bagi warga,” katanya.
Pemerintah Desa Kutamakmur berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang.“Kondisi ini sudah kami alami hampir 35 tahun. Kami sangat membutuhkan tanggul yang lebih tinggi serta normalisasi aliran sungai agar banjir tidak terus terjadi setiap musim hujan,” ujarnya.
Menurut Juhariah, tanpa penanganan serius terhadap aliran sungai dan sistem pengendalian banjir, Desa Kutamakmur akan terus menjadi daerah langganan banjir akibat luapan Anak Kali Citarum.(Ynh)


