Karawang Lensaberita.my.id-Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Riung Mungpulung Purnakarya dan Pranata Mangsa, yang berlangsung di Aula Husnil Hamid, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang penghormatan kepada para purnakarya yang telah mengabdikan diri bagi Kementerian Agama di Kabupaten Karawang.
Panitia kegiatan, H. Hamidul Majid, mengatakan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Amal Bakti Kemenag. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mempererat kembali tali silaturahmi antara keluarga besar Kemenag dengan para purnakarya.
"Alhamdulillah, di puncak peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini, kami kembali menggelar riung mungpulung sebagai wadah untuk mempersatukan dan mengumpulkan para purnakarya. Tidak semuanya bisa kami undang, karena kami batasi dari purnakarya tahun 2001 sampai 2025,” ujar Hamidul.Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi para purnakarya yang telah mengabdikan hidupnya untuk Kementerian Agama.
“Ini adalah bagian dari silaturahmi yang harus terus kita jaga. Kami sangat bangga melihat para purnakarya yang hadir masih tampak segar dan penuh semangat. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Menurutnya, kehadiran unsur pemerintah dan jajaran Kemenag dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan dan pengakuan atas peran besar para purnakarya dalam membangun institusi.
“Tujuan utamanya adalah untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa mereka yang telah dicurahkan kepada Kementerian Agama. Setiap tahun para purnakarya selalu kami libatkan sebagai bagian dari keluarga besar Kemenag,” tambahnya.Pada kegiatan kali ini, panitia mengundang sekitar 200 orang purnakarya yang memasuki masa pensiun dalam rentang tahun 2021 hingga 2025.
Acara berlangsung penuh kehangatan, diwarnai suasana kebersamaan dan nostalgia, menjadi bukti bahwa dedikasi dan pengabdian para purnakarya tetap mendapat tempat terhormat di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Karawang.((Ynh)


