Karawang Lensaberita.my.id-Semangat kebersamaan lintas iman mewarnai bulan suci Ramadan di Kabupaten Karawang. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang bersama umat Buddha dan Karang Taruna menggelar aksi berbagi 1.000 porsi takjil di depan Vihara Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir. H. Juanda, Karawang, Jumat (27/2/2026).
Sebanyak 1.000 porsi kuliner khas Ramadan dibagikan kepada masyarakat dan habis dalam waktu kurang dari 40 menit. Kegiatan ini menjadi simbol nyata persaudaraan lintas agama dalam menyemarakkan Ramadan sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Karawang.
Tak hanya berbagi takjil, kegiatan juga dirangkaikan dengan webinar bertajuk RAMAH TARUNA (Ramadan Aksi Moderasi Antar Umat Bersama Karang Taruna). Agenda ini merupakan kolaborasi FKUB dan Karang Taruna Kabupaten Karawang dalam menguatkan peran generasi muda sebagai garda terdepan penjaga kerukunan.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang Dr. H. Sopian, M.Si., Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. Dhani Sudirman, serta Ketua FKUB Kabupaten Karawang KH. Masykur H. Mansyur.
Acara dimulai pukul 14.15 WIB, diawali pembukaan oleh Teh Agi, doa yang dipimpin Dr. Dhani Sudirman, laporan Ketua Panitia Alin Kastanya Lucrectia, sambutan Ketua Karang Taruna, amanat Kepala Kantor Kementerian Agama, serta pemaparan materi oleh Ketua FKUB. Kegiatan dipandu Kang Yudha.
Dalam pemaparannya, KH. Masykur H. Mansyur menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat majemuk. Menurutnya, moderasi beragama berlandaskan prinsip adil dan seimbang, yakni menempatkan segala sesuatu secara proporsional, jujur, tidak memihak, serta berada di tengah di antara dua ekstrem.
“Moderasi beragama adalah upaya menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan menjunjung tinggi keadilan, persamaan hak, dan keharmonisan,” ujarnya.
Ia memaparkan empat indikator moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penghormatan terhadap budaya. Keempat indikator tersebut dinilai penting dalam menjaga persatuan di negara yang multikultural seperti Indonesia.
“Dengan kesadaran kebhinekaan dan keterbukaan terhadap budaya lain, kita dapat menciptakan perdamaian, mencegah konflik, dan mempererat persatuan,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri unsur Kementerian Agama, jajaran pengurus FKUB, Karang Taruna, tokoh lintas iman, tokoh perempuan, hingga Ketua GOW Kabupaten Karawang. Para peserta webinar tampak aktif menyampaikan gagasan dan inspirasi terkait penguatan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui aksi sosial dan dialog kebangsaan ini, FKUB Karawang bersama elemen pemuda berharap semangat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama semakin kokoh di Kabupaten Karawang. (Ynh)



