Karawang Lensaberita.my.id-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Karawang menggelar Opening Ceremony Bazar Ramadan 1447 Hijriah bertajuk “Karawang Maju” di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang, H.Dindin Rachmadhy, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Ramadan merupakan periode penting bagi pergerakan ekonomi daerah.
“Bulan Ramadan adalah momentum strategis dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet,” ujarnya.
Dorong Penguatan Ekonomi Daerah
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Bazar Ramadan Karawang Maju 1447 H merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah melalui penciptaan ruang usaha yang tertib, aman, dan terorganisir.
Adapun maksud kegiatan ini adalah sebagai sarana promosi, pemasaran, serta peningkatan omzet UMKM selama Ramadan.
Sementara itu, tujuan kegiatan meliputi
Menguatkan peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang usaha.Mendukung pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga selama Ramadan.Mewujudkan penataan perdagangan yang tertib dan terorganisir.100 UMKM Ramaikan Bazar
Bazar Ramadan ini akan berlangsung selama 10 hari di Lapangan Karangpawitan, dengan melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM yang terdiri dari sektor kuliner, fasion muslim, kriya, serta berbagai kebutuhan Ramadan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan operasional stan dan aktivitas transaksi selama 10 hari penuh.
Target Transaksi Rp2,5 Miliar
Disperindagkop UKM menargetkan total transaksi sebesar Rp2,5 miliar selama penyelenggaraan bazar. Target tersebut dihitung dari rata-rata omzet Rp2,5 juta per hari per tenan, dikalikan 100 tenan selama 10 hari.
Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 3.000 orang per hari atau sekitar 30.000 pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Target tersebut dinilai realistis mengingat lokasi Lapangan Karangpawitan yang strategis, momentum Ramadan, serta pengalaman penyelenggaraan kegiatan serupa sebelumnya.
Potensi Perputaran Ekonomi Capai Rp4,5 Miliar
Apabila target transaksi Rp2,5 miliar tercapai, dengan asumsi multiplier effect sebesar 1,5 hingga 1,8, maka potensi total perputaran ekonomi diproyeksikan mencapai Rp3,7 miliar hingga Rp4,5 miliar.
Perputaran ekonomi tersebut bersumber dari:
Pembelian bahan baku oleh tenan kepada pemasok lokal.Penyerapan tenaga kerja harian.Perputaran jasa transportasi, parkir, dan sektor pendukung lainnya.Perputaran lanjutan dari pendapatan yang diperoleh pelaku usaha.
Menutup sambutannya, Kepala Disperindagkop UKM berharap kegiatan Bazar Ramadan 1447 H ini dapat diresmikan secara resmi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Karawang.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi pelaku UMKM dan masyarakat Karawang secara keseluruhan,” pungkasnya.(Ynh)



