Karawang Lensaberita.my.id-Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Kecamatan Tegalwaru, Selasa (10/2/2026).
Musrenbang kali ini mengusung tema “Penyediaan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi.” Tema tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Ketua Tim Musrenbang, H. Dindin Rachmadhy, S.Sos., menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 peserta dibagi ke dalam 10 kelompok pembahasan. Ia tergabung dalam Kelompok 10 yang membahas wilayah Tegalwaru.
“Tema yang kami bahas berkaitan dengan jalan dan jembatan serta konektivitas wilayah yang terintegrasi. Beberapa usulan sudah kami dengarkan dan kaji. Namun memang ada yang perlu ditajamkan kembali, khususnya terkait kondisi jalan dan jembatan,” ujarnya.
Menurut Dindin, sejumlah jembatan di wilayah Tegalwaru telah berusia lebih dari 10 hingga 15 tahun. Sementara itu, perkembangan kawasan yang semakin pesat, termasuk bertambahnya destinasi wisata dan aktivitas ekonomi, menuntut peningkatan kualitas infrastruktur.
“Dulu wilayah ini belum terbuka seperti sekarang. Kini sudah berkembang, ada beberapa destinasi wisata nasional dan aktivitas ekonomi yang meningkat. Artinya, konektivitas jalan dan jembatan harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya kajian menyeluruh, tidak parsial, terutama untuk pembangunan dan rehabilitasi jembatan. Pemerintah daerah didorong untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) yang lebih komprehensif mengingat kondisi konstruksi yang mulai menua serta karakteristik tanah di sejumlah titik yang memerlukan perhatian teknis khusus.
“Kami menyarankan agar dibuat kajian yang menyeluruh dan berjangka panjang. Jangan parsial. Karena konstruksi jembatan ini menyangkut keselamatan dan keberlanjutan konektivitas wilayah,” tegasnya.
Selain infrastruktur, pembahasan juga menyoroti penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dindin menilai pengembangan UMKM tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata dan industri.
“UMKM tidak bisa berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan pariwisata, koperasi, industri, hingga perdagangan. Kuncinya tetap pada konektivitas. Kalau jalan dan jembatan bagus, aktivitas ekonomi termasuk UMKM akan bergerak,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Dengan sinergi antara koperasi, industri, dan perdagangan, ekosistem ekonomi akan membentuk siklus yang saling mendukung.
“Kalau diibaratkan, seperti empat tangan yang saling bersimpul. UMKM terhubung dengan koperasi, masuk ke industri, lalu ke perdagangan. Itu menjadi satu siklus ekonomi yang menopang hajat hidup masyarakat banyak,” pungkasnya.(Ynh)


