Karawang Lensaberita.my.id-Upaya meningkatkan profesionalisme penyuluh agama terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Karawang. Salah satunya melalui Pelatihan Jurnalistik bagi Penyuluh Agama yang digelar di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, Senin (8/2/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali para penyuluh agama dengan kemampuan jurnalistik yang akurat, informatif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menyampaikan kegiatan dan pesan keagamaan secara benar di tengah derasnya arus informasi.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Karawang, H. Yakub Lubis Al Fauzi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai penjaga kebenaran di ruang publik. Menurutnya, jurnalistik bukan sekadar keterampilan teknis menulis, melainkan sarana menjaga kejujuran dan tanggung jawab moral. “Penyuluh agama ibarat pelita di malam gelap. Cahayanya mungkin tidak besar, tetapi menentukan arah langkah banyak jiwa. Jurnalistik adalah cara agar cahaya itu menjangkau lebih jauh,” ujarnya.
Ia menambahkan, apa yang tidak ditulis akan perlahan hilang, dan apa yang tidak diberitakan dengan benar dapat digantikan oleh informasi keliru. Oleh karena itu, penyuluh agama yang mampu menulis dengan baik memiliki peran strategis dalam menangkal hoaks dan opini tanpa dasar.
“Tulisan penyuluh bukan hanya laporan kegiatan, tetapi juga jejak dakwah, rekam pengabdian, dan saksi sejarah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Yakub juga mengingatkan bahwa jurnalis penyuluh agama harus memiliki hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan niat yang lurus agar setiap tulisan menjadi bagian dari ibadah.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan penyuluh agama yang tidak hanya piawai berdakwah secara lisan, tetapi juga cakap menulis serta bijak menyampaikan kebenaran melalui media.
Ia menutup sambutannya dengan pantun:Menanam padi di tanah subur,Disiram hujan tumbuh sempurna.Mari menulis dengan hati jujur,Penyuluh agama, jurnalis nurani bangs(Ynh)
