Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama Wakil Bupati Maslani. Turut hadir Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, S.Kom., M.Han., Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Karawang, tokoh agama, serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Cilebar dalam menyambut Ramadan serta kekompakan unsur Muspika, tokoh agama, dan pemuda.
“Saya bangga melihat Karang Taruna yang kini semakin aktif dan positif. Tadi saya dengar ada Karang Taruna yang memiliki mobil rescue dan bahkan siap menghibahkannya untuk kepentingan masyarakat. Ini luar biasa dan patut kita apresiasi,” ujar Aep.Ia menegaskan, Karang Taruna harus menjadi wadah aspirasi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial, bukan sebaliknya. Menurutnya, pola pikir dan peran organisasi kepemudaan harus terus diperbaiki demi mendukung terwujudnya Karawang yang lebih maju.
“Kalau kita ingin Karawang maju, maka kita semua juga harus ikut maju, termasuk cara berpikir dan bertindak. Sampaikan aspirasi masyarakat melalui jalur yang benar dan jaga kualitas pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Karawang, salah satunya komitmen terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Ia menyebutkan, pemerintah daerah tengah mempersiapkan infrastruktur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang, termasuk pembangunan akses jalan, jembatan, dan pengadaan lahan melalui Dinas PUPR.Selain itu, ia menginformasikan rencana kunjungan dua menteri ke Karawang dalam waktu dekat, yakni Menteri Sosial dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dalam rangka pemadanan data sosial, termasuk data Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Bupati menambahkan, keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) di Karawang menjadi penopang penting saat terjadi dinamika data PBI beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan.
“Alhamdulillah Karawang memiliki UHC, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, pemadanan data tetap harus dilakukan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Kegiatan Tarling ditutup dengan salat tarawih berjamaah dan dialog singkat antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui agenda ini, Pemkab Karawang berharap dapat mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung selama bulan Ramadan.(Ynh)



