Silaturahmi Amil dan ASN Kemenag Karawang, Perkuat Sinergi Layanan Keagamaan

Karawang Lensaberita.my.id-Dalam rangka memperkuat sinergitas layanan keagamaan, ratusan amil dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) mengikuti kegiatan silaturahmi yang digelar di Aula MAN 3 Karawang Plus Keterampilan, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari tiga kecamatan, yakni Batujaya, Tirtajaya, dan Pakisjaya. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat koordinasi antara amil dan jajaran Kemenag demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Turut hadir secara langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., bersama Kasubbag TU H. Yakub Lubis Al Fauzi, serta ratusan amil dan ASN dari tiga kecamatan tersebut dan para tamu undangan lainnya.

Peran Strategis Amil di Tengah Masyarakat

Dalam sambutannya, Dr. H. Sopian menyampaikan apresiasi atas dedikasi para amil yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran amil sangat strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Amil adalah fasilitator kami di lapangan. Di satu sisi ada Kemenag dan pemerintah, di sisi lain ada masyarakat. Para amil inilah yang menjembatani keduanya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rencana penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi amil yang sempat diwacanakan, namun hingga kini regulasinya belum terealisasi. Meski demikian, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah terjalinnya sinergi dan silaturahmi yang baik.

“Bukan semata-mata soal SK, tetapi bagaimana kita bisa terus bersinergi, saling mengenal, dan memperkuat koordinasi,” tambahnya.

Perhatian Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Karawang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah mulai memberikan perhatian kepada para amil melalui bantuan yang direncanakan cair sebelum Hari Raya Idulfitri.

Saat ini tersedia kuota sekitar 1.200 penerima bantuan. Ia memastikan bahwa jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi para amil yang telah terdata. Bagi amil yang belum terdata namun memenuhi kriteria, diminta segera melapor melalui jalur koordinasi di kecamatan masing-masing.

Ia berharap ke depan perhatian pemerintah daerah terhadap para amil semakin meningkat, mengingat jasa besar mereka dalam membantu pelayanan administrasi dan urusan keagamaan masyarakat, termasuk dalam proses pendaftaran layanan yang kini banyak dilakukan secara daring.

“Walaupun sistem sudah online, pada praktiknya masyarakat tetap mencari amil. Karena itu, peran mereka tetap sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara amil dan ASN Kemenag dalam mewujudkan layanan keagamaan yang lebih efektif, responsif, dan berdampak luas bagi masyarakat.(Ynh)