Pesantren Tegalwaru–Pangkalan Kompak, Siap Jadi Pengarah Moral Pembangunan Karawang

Karawang Lensaberita.my.id-Forum Pondok Pesantren (FPP) Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Pangkalan menggelar silaturahmi dan halal bihalal yang berlangsung di Aula Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi pesantren dengan pemerintah dalam membangun daerah.

Acara dihadiri Ketua FPP Kabupaten Karawang KH Abdul Hayyi, Ketua I FPP Kabupaten Karawang KH Muhammad Endang Suratno Wibowo, unsur Muspika Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan, serta Danramil setempat.

Ketua FPP Kabupaten Karawang KH Abdul Hayyi menegaskan, pesantren harus mampu tampil sebagai episentrum peradaban yang tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pengarah moral dalam pembangunan.

“Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan aspek fisik. Jika moral diabaikan, maka akan lahir generasi yang kuat secara materi, namun rapuh secara akhlak. Di sinilah pesantren berperan sebagai penyeimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua I FPP Kabupaten Karawang KH Muhammad Endang Suratno Wibowo menekankan pentingnya soliditas antar pesantren. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci agar pesantren mampu memberikan kontribusi strategis bagi kemajuan Karawang.

“Pesantren tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Dengan kebersamaan, kita bukan hanya mewarnai pembangunan, tetapi juga ikut menentukan arah peradaban,” tegasnya.

Dari unsur pemerintah, Muspika Kecamatan Tegalwaru menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kalangan pesantren. Pembangunan, menurutnya, akan kehilangan arah tanpa dukungan nilai-nilai moral.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Sinergi dengan pesantren adalah kebutuhan nyata untuk menjaga masyarakat tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Muspika Kecamatan Pangkalan yang menilai pesantren sebagai pusat pembentukan karakter generasi unggul. Pemerintah, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Pembangunan tanpa karakter hanya akan menimbulkan persoalan baru. Karena itu, pesantren menjadi mitra strategis yang harus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Danramil setempat menambahkan, ketahanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan fisik, tetapi juga kekuatan moral masyarakat.

“Jika moral masyarakat kuat, potensi konflik bisa ditekan. Pesantren adalah benteng moral itu, dan kami siap bersinergi bersama para kiai,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FPP Tegalwaru dan Pangkalan berkomitmen mendorong langkah konkret ke depan, mulai dari penguatan ekonomi pesantren, peningkatan kualitas pendidikan, hingga peran aktif dalam menjaga stabilitas sosial.

Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi ajang temu, tetapi juga menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat demi menjaga arah pembangunan Karawang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.(Ynh)