Tradisi Metatah dan Menek Kelih Kembali Dihidupkan, Kemenag Karawang Siap Dukung Pelestarian Budaya Umat Hindu

Karawang, Lensaberita.my.id–Umat Hindu di Kabupaten Karawang kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui pelaksanaan Manusa Yadnya berupa upacara metatah (potong gigi) dan menek kelih. Kegiatan ini digelar di Pura Agung Sangga Buwana, Resinda, Desa Purwadanan, Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai spiritual umat Hindu, sekaligus mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, tradisi metatah merupakan warisan budaya yang perlu dijaga agar tidak punah.

“Ini tradisi yang luar biasa. Bahkan saya sendiri baru memahami secara langsung makna metatah hari ini. Kegiatan seperti ini penting untuk menghidupkan kembali tradisi lama yang hampir hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk melindungi, melayani, dan membina seluruh umat beragama tanpa memandang mayoritas maupun minoritas.

“Semua agama memiliki kedudukan yang sama. Kami siap mendukung kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya, termasuk tradisi umat Hindu seperti metatah dan menek kelih ini,” tegasnya.

Menurutnya, upacara menek kelih memiliki makna penting sebagai fase peralihan dari masa anak-anak menuju kedewasaan. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan sangat dibutuhkan dalam membimbing generasi muda agar tetap berada pada jalur yang baik.

“Kegiatan ini bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk pembinaan moral dan spiritual bagi generasi muda,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang, tokoh agama Hindu, pengurus organisasi keagamaan, serta perwakilan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Ketua FKUB Kabupaten Karawang, KH. Maskur Mansur, bersama jajaran turut memberikan dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Karawang Gede Agus Krishna Yoga dan Ketua WHDI Widya Krishna Dewi juga hadir bersama tokoh Hindu lainnya, termasuk Dewa Teken Sugandi selaku tokoh Banjar Sangga Buwana.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menjadi simbol harmonisasi antarumat beragama di Kabupaten Karawang.