Peresmian jembatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dan TNI dalam membuka akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah pedesaan.
Kegiatan peresmian dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., Kajari Karawang Sigit Muharam, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kepala desa dari wilayah Jatisari dan Tirtamulya.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0604/Karawang yang telah merealisasikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0604/Karawang yang telah merealisasikan pembangunan jembatan ini,” ujar Aep.Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat strategis karena menjadi akses penghubung antara Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar dengan waktu yang cukup lama.
“Dulu masyarakat harus memutar, bahkan bisa memakan waktu sekitar tiga sampai lima jam. Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat sekarang semakin terbuka dan mobilitas menjadi lebih mudah,” katanya.
Aep berharap, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas harian masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian, khususnya bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Jembatan Perintis Garuda memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 1,5 meter dan saat ini diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.
“Harapannya tentu jembatan ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya masyarakat Kecamatan Jatisari dan Tirtamulya yang sekarang semakin dekat,” ungkapnya.Selain jembatan, Pemkab Karawang juga berencana melanjutkan pembangunan akses pendukung menuju kawasan tersebut, termasuk Jalan Usaha Tani (JUT) dan akses jalan bagi masyarakat.
Aep menilai, peningkatan akses transportasi akan berdampak terhadap biaya distribusi hasil pertanian. Dengan akses yang lebih mudah, hasil pertanian masyarakat diharapkan dapat diangkut dengan biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat.
“Di sini mayoritas masyarakat adalah petani. Ada tanaman palawija dan sistem tumpang sari. Dengan mobilisasi yang semakin mudah, tentunya biaya angkutan hasil pertanian juga bisa lebih murah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi harga gabah di Kabupaten Karawang saat ini juga relatif baik. Harga gabah disebut berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram, sehingga kemudahan akses menjadi penting untuk mendukung aktivitas dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya membuka akses antarkampung yang sebelumnya terpisah oleh kondisi geografis. Dengan adanya jembatan tersebut, jarak tempuh masyarakat yang sebelumnya harus memutar hingga beberapa kilometer kini dapat dipangkas secara signifikan.
Selain jembatan utama, terdapat pula akses penghubung antarwilayah yang sebelumnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Renovasi akses tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas warga dari satu dusun ke dusun lainnya.Dengan tersedianya akses baru ini, masyarakat kini dapat lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, membawa hasil pertanian, mengakses fasilitas umum, serta melakukan kegiatan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Karawang berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat terus berlanjut sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik.
“Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Negara harus hadir untuk memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Aep.(Ynh)



