Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, BPBD Karawang Bergerak Layani Warga Cintalanggeng dan Sirnabaya

Karawang Lensaberita.my.id-Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Sedikitnya lima kecamatan dilaporkan mengalami krisis air bersih, yakni Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, sebanyak 14 desa telah melaporkan terdampak kekeringan akibat menurunnya debit sumber mata air dan mengeringnya sejumlah sumur warga.

Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Karawang pada Jumat (7/8/2026) kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis. Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru. Selain itu, bantuan juga dikirimkan kecamatan teluk jambe Timur ke Desa Sirnabaya yang turut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karawang, Ferry Muharam, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

"Hari ini BPBD mendistribusikan air bersih ke dua titik krisis air bersih, yaitu Desa Sirnabaya dan Desa Cintalanggeng. Kami juga melakukan monitoring untuk memastikan bantuan air bersih diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Ferry menjelaskan, hingga saat ini terdapat lima kecamatan dengan total 13 desa yang telah melaporkan mengalami krisis air bersih. Jumlah tersebut berpotensi bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Menurutnya, langkah jangka pendek yang dilakukan BPBD adalah terus memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Perumdam Tirta Tarum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Kolaborasi dengan berbagai instansi sangat penting agar distribusi air bersih dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh wilayah yang terdampak," katanya.

Selain penanganan darurat, BPBD juga mendorong adanya solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang terjadi hampir setiap musim kemarau. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan sumber air bersih di wilayah rawan kekeringan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Di sisi lain, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat pada musim kering.

"Masyarakat kami imbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang sumber api sembarangan. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat membahayakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat," tutup Ferry.(Ynh)