Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Plaza Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, Minggu (13/9/2026) malam. Harmoni Nusantara menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Karawang sekaligus ruang untuk mempererat hubungan lintas agama dan budaya di tengah keberagaman masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang H. Sopian, Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang Dedy Irwan Virantama, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang KH. Masykur Mansyur.
Selain jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan juga diikuti sekitar 1.200 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Ketua Panitia Harmoni Nusantara, Pendeta Daniel Manurung dari Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Karawang, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Menurut Daniel, Harmoni Nusantara tidak hanya mempertemukan masyarakat dari berbagai agama, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya Nusantara sebagai bagian dari pesan persatuan.
«“Kita bersyukur telah melaksanakan Harmoni Nusantara yang diikuti oleh lintas agama. Dalam kegiatan ini juga kita menampilkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Daniel.»
Ia mengatakan, berdasarkan daftar hadir, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai kurang lebih 1.200 orang. Tingginya partisipasi masyarakat, menurut dia, menunjukkan bahwa pesan kerukunan dan kebersamaan mendapat sambutan positif.
Daniel menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah merajut kebersamaan sekaligus memperkuat semangat kebinekaan di Kabupaten Karawang.
«“Tujuan utama dari Harmoni Nusantara ini adalah untuk merajut kebersamaan dan kebinekaan. Walaupun kita berbeda agama, suku, dan bahasa, melalui Harmoni Nusantara kita disatukan dan dieratkan,” katanya.»
Dia menilai perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah. Justru, keberagaman yang dimiliki masyarakat Karawang harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang saling menghormati dan penuh semangat gotong royong.
Karena itu, Daniel berharap pesan yang dibawa melalui Harmoni Nusantara tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat kerukunan tersebut diharapkan dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
«“Kita tetap rukun satu dengan yang lain dan bergotong royong satu dengan yang lain, sehingga harmoni ini membawa dampak yang baik bagi Kabupaten Karawang,” ujarnya.»
Daniel juga berharap Harmoni Nusantara dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk menjaga sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Karawang.
«“Harapan kami sebagai panitia tentunya kegiatan ini terus bisa dilaksanakan. Kerukunan di Kabupaten Karawang bisa semakin terjalin dengan erat dan Kabupaten Karawang semakin maju lagi,” tuturnya.»Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 melalui Harmoni Nusantara menjadi gambaran bahwa keberagaman bukan sekadar perbedaan yang harus diterima, melainkan kekuatan yang dapat dirawat bersama.
Dengan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong, masyarakat Karawang diharapkan terus menjaga kerukunan sebagai modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Karawang yang semakin maju, damai, dan harmonis. (Ynh)



